Fakta Thibun Nabawi : Habbatussauda, Madu, dan Minyak Zaitun

Saudara/iku, tahukah kalian bahwa penyakit itu ada dua macam, penyakit hati dan penyakit jasmani? Kedua penyakit itu disebutkan dalam Al-Qur’an. Klasifikasi jenis penyakit ini mengandung hikmah ilahi dan kemukjizatan yang hanya bisa dicapai oleh

Inilah Penjelasan Zakir Naik Tentang Jenggot Dan Tidak Istbal

Dalam beribadah, Kita selalu dituntut untuk selalu meluruskan niat kita, Insya Allah kalau niat kita karena Allah dalam kebaikan, Allah SWT akan membalasnya, bayangkan jika dengan memposting video keburukan

Shalat Gerhana Berdasarkan Hadist Rasulullah SAW

Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata:خَسَفَتْ الشَّمْسُ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالنَّاسِ فَقَامَ فَأَطَالَ الْقِيَامَ ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوعَ ثُمَّ قَامَ فَأَطَالَ الْقِيَامَ وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الْأَوَّلِ ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوعَ وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الْأَوَّلِ

Mulai Sekarang Jangan Kencing Berdiri

Untuk kebanyakan pria, kencing berdiri seperti sudah menjadi kebiasaan. Bahkan di wc umum khusus pria, tempat yang disiapkan berbentuk tempat kencing berdiri

Musik Dalam Pandangan Islam

Benarkah Musik Islami Itu Haram? Ternyata, banyak sekali ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang menerangkan akan hal ini. Satu di antaranya adalah : Allah Ta’ala berfirman, وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

Selasa, 01 Maret 2016

Mulai Sekarang Jangan Kencing Berdiri, Inilah Alasannya…

Untuk kebanyakan pria, kencing berdiri seperti sudah menjadi kebiasaan. Bahkan di wc umum khusus pria, tempat yang disiapkan berbentuk tempat kencing berdiri. Salah satu alasan pria kencing berdiri yaitu mempermudah waktu membuka celana serta dapat lebih cepat.

 

Rasul Mengajarkan Kencing Sambil Jongkok 

Dalam ajaran Islam sendiri, Rasulullah mengajarkan umatnya untuk tidak kencing sambil berdiri. Alasan intinya yaitu supaya najis dari air seni tak terkena tubuh. karena dengan kencing sambil berdiri percikan jatuhnya air seni ke tanah akan lebih jauh hingga akan memerciki badan bahkan dapat terkena pakaian/celana tanpa kita ketahui. Untuk mencegah terkena najis ini maka kencing sambil jongkok yaitu pilihan terbaik.
Selain itu umumnya orang yang kencing berdiri, lalu mereka mendirikan shalat, waktu ruku’ atu sujud terkadang terasa ada sesuatu yang keluar dari kem*alua*nnya, itulah sisa air kencing yang tidak keluar waktu kencing berdiri, hingga mengakibatkan shalatnya tak sah.

 

Kencing Berdiri Menyebabkan Penyakit 

Tetapi saat ini setelah berkembangnya ilmu medis banyak ilmuwan yang mempelajari perihal beragam pemicu penyakit. salah satunya yaitu penyakit kencing batu. Dari sebagian media online dijelaskan bahwa kencing sambil berdiri adalah salah satu pemicu utama munculnya kencing batu. Selain itu kencing berdiri juga menjadi salah satu pemicu penyakit lemah syahwat untuk sebagian pria.
Kebiasaan orang kencing berdiri akan mudah lemah bathin, karena sisa-sisa air dalam pundit-pundi yang tidak habis terpancar menjadikan kel*enjar otot-otot serta urat halus sekitar zakar menjadi lembek serta kendur. Berbeda dengan buang air jongkok, dalam keadaan bertinggung tulang paha di kiri serta kanan merenggangkan himpitan buah zakar. Ini mempermudah air kencing mudah mengalir habis serta mempermudah untuk menekan pangkal buah zakar sembari berdehem-dehem. Dengan langkah tersebut, air kencing akan keluar sampai habis, terlebih dengan langkah tersebut kekuatan sekitar otot zakar terpelihara.
Ketika buang air kencing berdiri ada rasa tak puas, karena masih ada sisa air dalam kantong serta telur zakar dibawah batang zakar. Ia berkemungkinan besar mengakibatkan kencing batu. Fakta membuktikan bahwa batu karang yang ada dalam ginjal atau kantong seni serta telur zakar yaitu dikarenakan oleh sisa-sisa air kencing yang tidak habis terpencar. Endapan demi endapan akhirnya mengkristal/mengeras seperti batu karang.

Tips waktu di WC : 

Gunakan alas kaki 

Menurut riset di Amerika didalam kamar mandi/WC ada sejenis virus dengan type Americanus yang masuk melalui telapak kaki orang yang ada di WC itu. Dengan proses waktu yang panjang virus itu naik ke atas tubuh serta ke kepala merusak jaringan otak yang menyebabkan otak lemah tidak dapat lagi mengingat, blank semua memori otak hingga pikun. Sandal sebaiknya diletakkan diluar WC, jangan didalam WC, karena semakin kotor, lembab serta tidak mengenai sasaran kebesihan.

 

Buang Air sambil jongkok 

Buang air jongkok (tak berdiri bila tak terpaksa/darurat). Supaya kotoran dapat keluar selesai hingga tak menjadi pemicu kencing batu ataupun lemah syahwat.

 

Janganlah merancang/merencanakan sesuatu di WC. 

Nabi sangatlah melarang berencana atau membuat suatu gagasan/inspirasi/ide didalam WC, karena WC yaitu markasnya sayton seperti doa kita ketika akan masuk WC : ” Allahumma inni a’udzubika minal khubutsi wal khabaits “, Yaa Allah, saya berlindung kepada-Mu dari godaan syetan laki-laki ataupun wanita “. Karena dikhawatirkan gagasan/inspirasi/ide yang didapat berasal dari bisikan syetan yang kelihatannya baik namun setelah digerakkan ternyata banyak mudharat/keburukannya. Begitupun setelah keluar WC, baca istighfar serta doa keluar WC.
Dengan cara adab serta budaya juga sangatlah tak baik, masa sambil buang kotoran mencari inspirasi/ide atau berencana sesuatu yang baik terlebih sesuatu itu menyangkut hajat hidup orang banyak. Disunnahkan juga untuk menyegerakan keluar WC jika hajat telah usai, bukan malah bernyanyi-nyanyi terlebih sambil baca buku atau Koran.
Kencing adalah kebutuhan manusia sehari-hari. Tanpa kencing satu hari saja bisa mengakibatkan kita di operasi dan tentu akan menggunakan uang yang tidak sedikit. Pembahasan tentang bahaya kencing berdiri memanglah sudah banyak beredar di google, tetapi tidak apa kesempatan ini saya dapat mencoba menuturkan bahaya kencing berdiri versi saya sendiri serta siapa tau anda dapat lebih memahami. Kesempatan ini saya akan mencoba menerangkan pada anda tentang apapun bahaya dari kencing sembari berdiri, perlu di ketahui bahwa bahaya yang bisa ditimbulkan dari kencing berdiri tidak hanya menyangkut kesehatan karenanya janganlah kaget apabila sebagian efek yang akan saya terangkan di bawah juga beberapa tak terkait dengan kesehatan. Di bawah ini yaitu bahaya efek kencing sembari berdiri :

Shalat tak sah 
Waktu kita kencing sembari berdiri sangat besar kemungkinan ada air kencing yang mengenai baju kita. Kita semua tau bahwa syarat supaya shalat kita di terima yaitu harus dalam keadaan suci. Apabila baju kita dalam keadaan bernajis serta tak suci maka shalat kita dapat disebutkan tak di terima oleh Allah alias tak sah. Bila memang anda yakin bahwa tak ada yang mengenai baju saat kencing, umumnya orang yang kencing dengan berdiri waktu ruku atau sujud merasa ada yang menetes dari kem*alua*nnya serta inilah sisa air kencing yang dibuang dengan cara tak bersih dikarenakan arena kencing sambil berdiri hal ini bisa membatalkan shalat (Allahhu’alam).

 

Mengakibatkan lemah syahwat untuk laki-laki 

Kencing berdiri masih menyisakan sisa air kencing di dalam kandung kemih. Pikirkan bila sisa air ini selalu ada di sana, mudahnya saja misalnya air itu ada di sana dalam 18 jam. Bila anda melihat air kencing di toilet yang telah ada selama 18 jam maka telah menyebabkan bau serta kerak, lalu pikirkan bila hal itu terjadi di dalam diri anda?

 

Kurang lega serta puas 

Kencing berdiri masih menyisakan air di dalam kandung kemih. Mengakibatkan orang itu akan merasa kurang lega serta puas, biasanya sebentar lagi dia akan segera ke kamar lagi kembali. Bila seharusnya dia kencing 3 kali selama 24 jam maka disebabkan kencing berdiri mengakibatkan kencing 4 kali selama 24 jam.

 

Mengakibatkan kencing batu 

Nah ini yang ditakuti. Terbukti ternyata sisa-sisa dari air kencing yang ada di kandung kemih lama-kelamaan akan mengkristal serta akhirnya mengakibatkan kencing batu. Karenanya budayakan hidup sehat ya kawan.

Sumber: media-kesehatan-terpercaya.blogspot.co.id/Valeria Armita Rahayu

Musik Dalam Pandangan Islam

Benarkah Musik Islami Itu Haram?
Ternyata, banyak sekali ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang menerangkan akan hal ini. Satu di antaranya adalah :
Allah Ta’ala berfirman,
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ
Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.”  (QS. Lukman : 6)
Para ulama menafsirkan ayat ini berhubungan dengan nyanyian, begitu pula Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang didoakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar Allah memberikan kelebihan kepada beliau dalam menafsirkan Al-Qur’an sehingga beliau dijuluki sebagai Turjumanul Qur’an,
= Bahwasanya beliau juga mengatakan bahwa ayat tersebut turun berkenaan dengan nyanyian. [Lihat Tafsir Ibnu Katsir, hal. 556/3]
|| Bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengkabarkan kepada umatnya tentang musik?
Perkataan Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa sallam Dan Pendapat Para Ulama Mengenai Nyanyian (Musik)

Hadits Pertama
Termasuk mukjizat yang Allah Ta’ala berikan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah pengetahuan beliau tentang hal yang terjadi di masa mendatang. Dahulu, beliau pernah bersabda,
ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف
”Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik.” (HR. Bukhari, no. 5590)
Jika dikatakan menghalalkan musik, berarti musik pada masa Rasulullah hidup itu sudah haram hukumnya.

Hadits Kedua
Dari Abu Malik Al Asy’ari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لَيَشْرَبَنَّ نَاسٌ مِنْ أُمَّتِى الْخَمْرَ يُسَمُّونَهَا بِغَيْرِ اسْمِهَا يُعْزَفُ عَلَى رُءُوسِهِمْ بِالْمَعَازِفِ وَالْمُغَنِّيَاتِ يَخْسِفُ اللَّهُ بِهِمُ الأَرْضَ وَيَجْعَلُ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ
Sungguh, akan ada orang-orang dari umatku yang meminum khamr, mereka menamakannya dengan selain namanya. Mereka dihibur dengan musik dan alunan suara biduanita. Allah akan membenamkan mereka ke dalam bumi dan Dia akan mengubah bentuk mereka menjadi kera dan babi.” [HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.]

Hadits Ketiga
Dari Nafi’ –bekas budak Ibnu ‘Umar-, beliau berkata :
عُمَرَ سَمِعَ ابْنُ عُمَرَ صَوْتَ زَمَّارَةِ رَاعٍ فَوَضَعَ إِصْبَعَيْهِ فِى أُذُنَيْهِ وَعَدَلَ رَاحِلَتَهُ عَنِ الطَّرِيقِ وَهُوَ يَقُولُ يَا نَافِعُ أَتَسْمَعُ فَأَقُولُ نَعَمْ. قَالَ فَيَمْضِى حَتَّى قُلْتُ لاَ. قَالَ فَوَضَعَ يَدَيْهِ وَأَعَادَ الرَّاحِلَةَ إِلَى الطَّرِيقِ وَقَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَسَمِعَ صَوْتَ زَمَّارَةِ رَاعٍ فَصَنَعَ مِثْلَ هَذَا
Ibnu ‘Umar pernah mendengar suara seruling dari seorang pengembala, lalu beliau menyumbat kedua telinganya dengan kedua jarinya. Kemudian beliau pindah ke jalan yang lain. Lalu Ibnu ‘Umar berkata, “Wahai Nafi’, apakah kamu masih mendengar suara tadi?”
Aku (Nafi’) berkata, “Iya, aku masih mendengarnya.”
Kemudian, Ibnu ‘Umar terus berjalan. Lalu, aku berkata, “Aku tidak mendengarnya lagi.”
Barulah setelah itu Ibnu ‘Umar melepaskan tangannya dari telinganya dan kembali ke jalan itu lalu berkata, “Beginilah aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mendengar suara seruling dari seorang pengembala. Beliau melakukannya seperti tadi.” [HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan.]
Keterangan Hadits
Dari dua hadits pertama, dijelaskan mengenai keadaan umat Islam nanti yang akan menghalalkan musik, berarti sebenarnya musik itu haram kemudian ada yang menganggap halal.
Begitu pula pada hadits ketiga yang menceritakan kisah Ibnu ‘Umar bersama Nafi’. Ibnu ‘Umar mencontohkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan hal yang sama dengannya yaitu menjauhkan manusia dari mendengar musik. Hal ini menunjukkan bahwa musik itu jelas-jelas terlarang.

Pendapat Para Ulama Mengenai Nyanyian (Musik)
Ibnu Mas’ud mengatakan, “Nyanyian menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan sayuran.”
Al Qasim bin Muhammad pernah ditanya tentang nyanyian, lalu beliau menjawab, “Aku melarang nyanyian padamu dan aku membenci jika engkau mendengarnya.” Lalu orang yang bertanya tadi mengatakan, “Apakah nyanyian itu haram?”
Al Qasim pun mengatakan, ”Wahai anak saudaraku, jika Allah telah memisahkan yang benar dan yang keliru, lantas pada posisi mana Allah meletakkan ‘nyanyian’?”
‘Umar bin ‘Abdul Aziz pernah menulis surat kepada guru yang mengajarkan anaknya, isinya adalah, ”Hendaklah yang pertama kali diyakini oleh anak-anakku dari budi pekertimu adalah kebencianmu pada nyanyian.
Karena nyanyian itu berasal dari setan dan ujung akhirnya adalah murka Allah.
Aku mengetahui dari para ulama yang terpercaya bahwa mendengarkan nyanyian dan alat musik serta gandrung padanya hanya akan menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan rerumputan.
Demi Allah, menjaga diri dengan meninggalkan nyanyian sebenarnya lebih mudah bagi orang yang memiliki kecerdasan daripada bercokolnya kemunafikan dalam hati.”
Fudhail bin Iyadh mengatakan,  “Nyanyian adalah mantera-mantera zina.”
Adh Dhohak mengatakan,  “Nyanyian itu akan merusak hati dan akan mendatangkan kemurkaan Allah.”
Yazid bin Al Walid mengatakan,  “Wahai anakku, hati-hatilah kalian dari mendengar nyanyian karena nyanyian itu hanya akan mengobarkan hawa nafsu, menurunkan harga diri, bahkan nyanyian itu bisa menggantikan minuman keras yang bisa membuatmu mabuk kepayang. … Ketahuilah, nyanyian itu adalah pendorong seseorang untuk berbuat zina.” [Lihat Talbis Iblis, Ibnul Jauzi, hal. 289, Darul Kutub Al ‘Arobi, cetakan pertama, 1405 H]

Empat Ulama Madzhab Mencela Nyanyian
Imam Abu Hanifah.
Beliau membenci nyanyian dan menganggap mendengarnya sebagai suatu perbuatan dosa. [Lihat Talbis Iblis, 282.]
Imam Malik bin Anas.
Beliau berkata, “Barangsiapa membeli budak lalu ternyata budak tersebut adalah seorang biduanita (penyanyi), maka hendaklah dia kembalikan budak tadi karena terdapat ‘aib.”[ Lihat Talbis Iblis, 284]
Imam Asy Syafi’i.
Beliau berkata, “Nyanyian adalah suatu hal yang sia-sia yang tidak kusukai karena nyanyian itu adalah seperti kebatilan. Siapa saja yang sudah kecanduan mendengarkan nyanyian, maka persaksiannya tertolak.”[Lihat Talbis Iblis, 283.]
Imam Ahmad bin Hambal.
Beliau berkata, “Nyanyian itu menumbuhkan kemunafikan dalam hati dan aku pun tidak menyukainya.” [Lihat Talbis Iblis, 280.]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Tidak ada satu pun dari empat ulama madzhab yang berselisih pendapat mengenai haramnya alat musik.” [Majmu’ Al Fatawa, 11/576-577.]

Bermula dari Cinta, Berakhir Di Surga Atau Neraka

Mencintai Rasulullah SAW
Dari Anas bin Malik Ra. Berkata, “Tiada yang lebih mengembirakan hati kami daripada hadist Rasulullah SAW, ”Seseorang bersama yang dia cintai.” Beliau juga mengatakan, ”Aku mencintai Nabi SAW, Abu Bakar, dan Umar. Aku berharap dapat berkumpul bersama mereka dengan bekal kecintaanku kepada mereka, kendati aku belum bisa beramal sebagaimana mereka beramal.

Dengan modal cinta bisa ke surga? Bahkan bisa berkumpul dengan yang dicintainya di surga? ya, begitulah. Akan tetapi dengan cinta pula seseorang tersungkur ke dalam neraka. Tergantung kepada apa atau siapa ia memberikan cintanya dan bagaimana ia mengekspresikan cintanya.

Hadist tersebut sekaligus mejadikan tamparan keras bagi mereka yang mencintai, membanggakan, menyanjung, ataupun mengidolakan manusia dengan tipe maghdhubun ‘alihim ( orang – orang yang di murkai Allah ) dan Dhaallun ( orang – orang yang sesat ). Atau mencintai orang – orang yang memiliki karakter dan perilaku calon penghuni neraka. Karena kecintaan itu akan menempatkan antara yang mencinta dan dicinta di tempat yang sama. Hanya saja kebersamaan tersebut bukan lagi untuk saling cinta mencintai dan menyanjung. Tapi sebagai musuh satu sama lain.

Allah SWT berfirman dalam SQ az-Zukhruf : 67
âäHxÅzF{$# ¥Í´tBöqtƒ óOßgàÒ÷èt/ CÙ÷èt7Ï9 <rßtã žwÎ) šúüÉ)­FßJø9$#
-    - Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.

Jika di dunia mereka mengidolakan, menyanjung, membela dan mengekor para pengumbar syahwat dan dosa, maka kebersamaan di akhirat kelak bukan lagi antara pencinta dan yang dicintai, bukan saling memuji satu sama lain, Bahkan orang yang saling mencintai, mengikuti, mengekor itu akan mengumpat dan menuntut agar orang – orang yang di tiru itu di siksa dua kali lipat dari dirinya.

QS al-Ahzab : 68
(#qä9$s%ur !$oY­/u !$¯RÎ) $uZ÷èsÛr& $uZs?yŠ$y $tRuä!#uŽy9ä.ur $tRq=|Êr'sù gŸxÎ6¡¡9$# ÇÏÐÈ   !$oY­/u öNÍkÌE#uä Èû÷üxÿ÷èÅÊ šÆÏB É>#xyèø9$# öNåk÷]yèø9$#ur $YZ÷ès9 #ZŽÎ7x. ÇÏÑÈ  
-     
 -         - Dan mereka berkata;:"Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-            pembesar Kami, lalu mereka menyesatkan Kami dari jalan (yang benar).
-           - Ya Tuhan Kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar".

Cinta memang luar biasa. Ia menjadi unsur pendorong manusia untuk berbuat, memicu untuk bergerak dan memotivasi untuk berusaha dan mencurahkan pengorbanan. Demi cinta, seseorang rela mengorbankan harta, mencurahkan tenaga, menghabiskan waktunya, bahkan terkadang rela mempertaruhkan kebahagiannya demi yang dicintainya. Mudah – mudahan kita di akhirat kelat termasuk dikumpulkan bersama – sama dengan orang – orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, Yaitu: Nabi-nabi, Para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya
Alhamdulillahirabbil’alamin



Sumber : Majalah Ar-risalah

Jumat, 26 Februari 2016

Seorang Wanita Anshar dan Zainab, Ya Rasulullah!

Garansizone.blogspot.com - ZAINAB Ats Tsaqafiyah RA adalah seorang wanita bangsawan yang kaya-raya, yang berasal dari kabilah Bani Tsaqif di Thaif. Ia menikah denganAbdullah bin Mas’ud, seorang sahabat Nabi SAW yang tadinya hanyalah seorang buruh penggembala kambing, tetapi Islam telah memuliakannya dengan kemampuannya di dalam Al Qur’an, bahkan Nabi SAW memuji bacaannya, tepat seperti ketika Al Qur’an diturunkan. Tentu saja Ibnu Mas’ud hanyalah dari kalangan biasa dan miskin, bahkan kondisi fisiknya ada kekurangan (cacat).

Walau dengan ‘derajad’ duniawiah yang begitu jauh berbeda, Zainab bersedia dinikahi Ibnu Mas’ud, karena ia menyadari kekayaan dan kebangsawanannya belum tentu bisa menjamin keselamatannya di akhirat kelak. Tetapi dengan menjadi istri dan pendamping seorang sahabat yang begitu dimuliakan Rasulullah SAW, ia yakin akan memperoleh ‘freepass’ masuk surga, asal dengan ikhlas mengabdi pada suaminya tersebut.
Suatu ketika Zainab mendengar Nabi SAW bersabda, “Wahai kaum wanita, bersedekahlah kamu sekalian, walaupun harus dengan perhiasanmu.”
Ketika tiba di rumah dan bertemu dengan suaminya, Abdullah bin Mas’ud, ia menceritakan sabda Nabi SAW tersebut dan berkata, “Sesungguhnya engkau adalah orang yang tidak mampu, tolong datang dan tanyakan kepada Nabi SAW, apa boleh aku bersedekah kepadamu, jika tidak boleh, aku akan memberikannya kepada orang lain.”
Tetapi Ibnu Mas’ud merasa tidak enak dan malu menanyakan hal tersebut kepada Nabi SAW, karena ia dalam posisi berhak tidaknya menerima sedekah dari istrinya sendiri. Apalagi ia mempunyai kedekatan khusus dengan beliau. Karena itu ia berkata kepada istrinya, “Kamu sendiri saja yang datang kepada beliau dan menanyakannya.”
Dengan perintah atau ijin suaminya tersebut, Zainab datang ke rumah Nabi SAW, ternyata di sana telah ada seorang wanita Anshar menunggu Nabi SAW datang untuk menanyakan hal yang sama dengan dirinya. Seperti telah memperoleh isyarat, Nabi SAW memerintahkan Bilal keluar menemui dua wanita tersebut, dan Zainab berkata, “Wahai Bilal, sampaikan kepada Rasulullah SAW, dua orang wanita menanyakan kepada kepada beliau, apa boleh kami memberikan shadaqah kami kepada suami dan anak-anak yatim yang kami asuh? Tetapi, tolong jangan dijelaskan siapa kami!”
Bilal masuk kembali menemui beliau dan menyampaikan pertanyaan mereka berdua. Tetapi Nabi SAW justru menanyakan identitas mereka berdua sehingga Bilal tidak mungkin menyembunyikannya, ia berkata, “Seorang wanita Anshar dan Zainab, ya Rasulullah!”
“Zainab yang mana?” Tanya Nabi SAW.
“Istri Abdullah bin Mas’ud…”
Nabi SAW bersabda, “Jika itu yang dilakukannya, kedua wanita tersebut akan mendapat dua macam pahala, pahala membantu kerabatnya, dan pahala shadaqah.”
Bilal menyampaikan jawaban Nabi SAW, dan tentu saja Zainab beserta wanita Anshar tersebut sangat gembira. “Ijtihad” mereka tentang shadaqah ternyata dibenarkan beliau, bahkan memperoleh pahala berlipat.[]

Referensi: 101 Sahabat Nabi/Hepi Andi Bustomi/Pustaka Al-Kautsar

Sabtu, 20 Februari 2016

Menentukan Arah Kiblat dengan Bantuan Matahari

Tahukah anda, jika anda hidup di wilayah Indonesia dan sekitarnya, pergeseran arah kiblat sebesar 1 derajat saja bisa melenceng arah sekitar 100 ml dari titik ka’bah. Semakin jauh kita dari ka’bah lencengan arah ini akan semakin bertambah besar. Jadi sangat dianjurkan setepat mungkin menentukan arah kiblatini, baik bagi masjid dan musholla maupun ketika kita shalat di rumah atau kantor.

Untungnya menentukan arah kiblat itu tidaklah sulit. Kita tidak perlu dengan alat canggih. Dengan berbekal sinar matahari, kita bisa menetukannya dengan sangat teliti.

Istiwa’ a’zham ( Persinggahan Utama ) – Saat matahari di atas ka’bah

Dalam satu tahun masehi, matahari singgah dua kali teapat di atas Ka,bah. Hal ini pengetahuan yang sudah tua umurnya, namun sepertinya masih banyak masyarakat awam yang tidaka mengetahuinya. Dalam bahasa arab ini disebut sebagai peristiwa Istiwa’ A’zham ( Persinggahan Utama ). Atau juga disebut “ Rashdul Qiblah “.

Peristiwa itu terjadi pada tanggal 28 Mei ( 27 di tahun kabisat ) pukul 12 : 18 waktu Mekkah dan 16 juli ( 15 di tahun kabisat ) pukul 12 : 27 waktu Mekkah. Artinya , semua orang yang bisa melihat matahari pada saat itu dan menghadapkan wajahnya kesana telah menghadapkan wajahnya kekiblat.

Untuk wilayah Indonesia, waktu kejadiannya bertepatan pada tgl 28 mei jam 16 : 18 WIB dan 16 Juli jam 16 : 27 WIB. Jadi, yang ingin mengecek arah benar atau tidaknya arah kiblat yang di gunakan selama ini, bisa keluar pada waktu itu dan melihat matahari ( bayangan )

klik 2x untuk memperbesar



Sumber :

http://www.al-habib.info/arah-kiblat/cara-menentukan-kiblat-dengan-matahari.htm


Kamis, 18 Februari 2016

IMAM MAHDI ( Pemimpin Dalam Nubuwat Nabi Muhammad SAW )

Ada banyak hadist  yang menjelaskan tentang kedatangan  Al-Mahdi, ini adalah pembahasan serius yang mana dia pasti akan datang di akhir zaman atas kehendak  Allah SWT, dan kita tidak boleh menolak keyakinan tentang kedatangan Al Mahdi, pembahasan tentang Al Mahdi adalah pembicaraan tentang tanda – tanda besar hari Kiamat akan datang , baca juga : Lenyapnya Orang - Orang Shalih . Siapakan dia, bagaimana dia datang. Berikut bahasan diantaranya.

Namanya

Al Mahdi adalah seorang manusia biasa, dia tidak mengetahui tentang alam ghaib, dia adalah laki – laki yang Allah pilih menjadi  khalifah umat islam yang akan di baiat.
Rasulullah SAW bersabda : “ Al-Mahdi berasal dari keluargaku, anak cucu keturunan Fatimah ( putri Rasulullah  SAW ).” 1
Ibnu Katsir Rahimahullah berkata .” Dia adalah Muhammad bin Abdillah al-Alawi, al-Fathimi, al Hasani Ra.” 2
Jadi...al-Mahdi bernama seperti namanya Rasulullah SAW dan nama bapaknya seperti nama bapaknya Rasulullah SAW. Maka nama beliau adalah Muhammad atau Ahmad bin Abdillah. Beliau berasal dari keturunan Fatimah binti Rasulullah SAW dan dari keturunan al Hasan bin Ali Ra.

Tempat keluarnya

Dari Tsauban Ra, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda:

“Ada tiga orang yang akan saling membunuh disisi simpanan kalian, mereka semua adalah putra khalifah, kemudian tidak akan kembali kesalah seorang dari mereka. Akhirnya muncullah bendera – bendera hitam dari arah timur, lalu mereka akan memerangi kalian dengan peperangan yang tidak pernah dilakukan oleh satu kaum pun...( lalu beliau menuturkan sesuatu yang tidak aku fahami, kemudian beliau berkata : ) Jika kalian melihatnya, maka bai’atlah dia ! Walaupun dengan merangkak di atas salju, karena sesungguhnya ia adalah khalifah Allah al Mahdi .”3
Mudah – mudahan kita termasuk orang yang dipilih oleh Allah SWT menjadi junud khalifahnya al Mahdi di akhir zaman ini. Semoga bermamfaat, Alhamdulillah.
Sumber :
Cahaya islam dan buku kiamat sudah dekat

1 HR Ibnu Majah,2 : 4086
2 An-Nihaayah al-Fitan wal Malaahim ( I/29 )

3 Sunan Ibnu Majah, Kitab al Fitan

Wanita Itu Seperti Sandal Jepit ?



Dalam sebuah obrolan seorang pemuda dengan seorang Kakek :


Seorang Pemuda berkata :”Wanita itu seperti sandal jepit, ia akan diganti dan dibuang saat di temukan sandal lain yang lebih bagus dan pas.”

Mendengar hal itu, Kakek Tua yang duduk di sebelahnya berkata :”benar, wanita itu memang seperti sandal jepit, itu karena kamu menganggap dirimu sebagai kaki”, tapi bagiku,  wanita itu seperti mahkota, yang Aku letakkan di atas kepala, Aku hormati, Aku rawat dan Aku jaga sepenuh hati, takkan pernah Aku ganti”, itu karena Aku menganggap diriku sebagai Raja”.

Yap…betul, sesungguhnya…saa tseseorang memperlakukan orang lain dengan buruk, karena menganggap dirinya sendiri juga buruk…

Sesungguhnya… manusia tanpa kaki masih bisa hidup, tapi tanpa kepala ia takkan lagi bernyawa…
Untuk para wanita, jadikanlah dirimu seperti mahkota dengan menjaga kehormatan dan kesucianmu dari perbuatan nista…

Untuk para Pria, hormatilah wanita sebagaimana kamu menghormati ibumu…
Mudah2an ini bermamfaat dan menjadikan amal sholeh buat kita…




( kisah islami )